PENANTIAN DALAM DIAM
Ternyata kau lah yang Tuhan sediakan untukku, ketika di setiap
heningku kuhabiskan untuk mendoakan supaya aku mendapat pasangan yang terbaik,
dan memang kaulah yang terbaik.
Karena saat itu pasti aku sudah siap untuk mengarungi badai
maupun menikmati pelangi bersamamu. Aku menantimu senantiasa dengan sukacita,
kapanpun kau akan bahkan telah hadir di dalam hidupku, berarti itu adalah waktu
yang tepat untuk kita bertemu seperti saat ini.
Dulu terkadang rasa ingin tahuku bermain-main dengan khayalku,
mencoba menerka-nerka bagaimana sosokmu, sosok terbaik menurutku dan
menurut-Nya. Membayangkan kau adalah sosok yang mahir bersajak, menciptakan
ribuan kata cinta nan romantis, merangkainya menjadi satu untaian makna yang panjang dan berarti. Ah… aku pasti bahagia.
Hmmm… Pernah juga aku berpikir kau adalah sosok yang sangat
cerdas dan berwajah rupawan. Tidak banyak ngomong, namun setiap ucapanmu selalu
membuatku terpesona. Bahkan disaat aku butuh pengetahuan apapun kau selalu bisa
menjawab rasa ingin tahuku dan menyelesaikan masalah dengan tenang. Menurutku, Aku
pasti bahgia.
Terkadang aku juga berpikir kau adalah sosok ciptaan Tuhan yang
suka menyanyi, suara indahmu mengalun indah menusuk relung hatiku yang terdalam,
membuat aku berada di awan-awan paling tinggi untuk memandangi keindahanmu.
Begitu banyak bayangan indah tentang sosokmu sebelumnya. Tapi aku pikir itu
terlalu jauh, ketika aku mengharapkan dirimu adalah sosok yang begitu sempurna.
Karena kesempurnaan itu bukan berasal dari cerdas atau
terampilnya kau akan sesuatu yang aku sukai, tetapi bagaimana dirimu menjadi
sosok yang bisa membawaku mendekat padaNya dan selalu merindukanNya, bisa
bersama-samaku untuk tidak saling menjejali keegoisan kita satu sama lain,
tetapi saling mengisi kekosongan yang pasti ada dalam diri kita, dan saling
melengkapi kekurangan tiaptiap kita dan kau menjadi pelindungku menghapus tiap
tangisku dan tertawa bahagia jika bersamamu kelak.
Saat ini aku sedang menikmati masa penantianku akanmu, akan
waktuNya. Sorry, kalau kamu tiba-tiba bersin tanpa alasan, kemungkinan aku dan
DIA sedang asik bercerita tentangmu dibelakangmu. Ya, aku memang banyak
bercerita padaNya setiap hari, DIA sahabat terbaikku dalam hidupku dulu sampai
selamanya.
Aku sangat yakin sepertinya DIA sahabatmu juga bukan? Soalnya
DIA juga sepertinya sangat mengenalmu, DIA yang memberi aku pengertian
bahwa suatu saat kau pasti akan datang menemuiku, mengajakku untuk bersanding
denganmu dihadapan Altar kudusNya disaksikan haru dan sukacita karena semua
undangan yang hadir ikut bersukacita di tengah hari Bahagia kita. Ya, aku
selalu menekankan ini di dalam hidupku. When its time, His time.
Berharap dengan sangat, kau juga pasti cerita banyak tentangku
padaNya kan? Rasa percaya diri ini muncul seketika J Aku tahu, DIA sengaja
merahasiakan padaku dan padamu kapan waktunya,biar surprise kataNya. Surprise dari
manusia aja sudah bikin bahagia, apalagi surprise dari Bapa. Hahaha, aku ikuti
saja alurNya, aku tunggu sampai kapanpun waktu itu akan tiba. Satu hal, kamu
harus orang yang terbaik buat keluarga dan adik-adikku karena kamu selain
menjadi pendampingku akan menjadi abang yang baik mereka.
Teriring salam dan cinta yang begitu luar biasa dariNya dan
dariku.
With Love,
RDP
(150615)