Senin, 15 Juni 2015

PENANTIAN DALAM DIAM

PENANTIAN DALAM DIAM
Surat ini aku buat dengan penuh rasa syukur akan kehadiranmu (nanti) menemaniku (nanti)  selamanya mengiringi langkahku (nanti)  dan senantiasa mendoakan aku. Kemungkinan kamu sempat membaca ini atau kamu ternyata tidak sempat membaca suratku ini, Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas kasih sayang tulus yang kurasakan hingga barangkali nanti akan tiba waktunya aku akan bersanding denganmu. 
Ternyata kau lah yang Tuhan sediakan untukku, ketika di setiap heningku kuhabiskan untuk mendoakan supaya aku mendapat pasangan yang terbaik, dan memang kaulah yang terbaik.
Karena saat itu pasti aku sudah siap untuk mengarungi badai maupun menikmati pelangi bersamamu. Aku menantimu senantiasa dengan sukacita, kapanpun kau akan bahkan telah hadir di dalam hidupku, berarti itu adalah waktu yang tepat untuk kita bertemu seperti saat ini.
Dulu terkadang rasa ingin tahuku bermain-main dengan khayalku, mencoba menerka-nerka bagaimana sosokmu, sosok terbaik menurutku dan menurut-Nya. Membayangkan kau adalah sosok yang mahir bersajak, menciptakan ribuan kata cinta nan romantis, merangkainya menjadi satu untaian makna yang panjang dan berarti. Ah… aku pasti bahagia.
 
Hmmm… Pernah juga aku berpikir kau adalah sosok yang sangat cerdas dan berwajah rupawan. Tidak banyak ngomong, namun setiap ucapanmu selalu membuatku terpesona. Bahkan disaat aku butuh pengetahuan apapun kau selalu bisa menjawab rasa ingin tahuku dan menyelesaikan masalah dengan tenang. Menurutku, Aku pasti bahgia.
Terkadang aku juga berpikir kau adalah sosok ciptaan Tuhan yang suka menyanyi, suara indahmu mengalun indah menusuk relung hatiku yang terdalam, membuat aku berada di awan-awan paling tinggi untuk memandangi keindahanmu. Begitu banyak bayangan indah tentang sosokmu sebelumnya. Tapi aku pikir itu terlalu jauh, ketika aku mengharapkan dirimu adalah sosok yang begitu sempurna.
Karena kesempurnaan itu bukan berasal dari cerdas atau terampilnya kau akan sesuatu yang aku sukai, tetapi bagaimana dirimu menjadi sosok yang bisa membawaku mendekat padaNya dan selalu merindukanNya, bisa bersama-samaku untuk tidak saling menjejali keegoisan kita satu sama lain, tetapi saling mengisi kekosongan yang pasti ada dalam diri kita, dan saling melengkapi kekurangan tiaptiap kita dan kau menjadi pelindungku menghapus tiap tangisku dan tertawa bahagia jika bersamamu kelak.
Saat ini aku sedang menikmati masa penantianku akanmu, akan waktuNya. Sorry, kalau kamu tiba-tiba bersin tanpa alasan, kemungkinan aku dan DIA sedang asik bercerita tentangmu dibelakangmu. Ya, aku memang banyak bercerita padaNya setiap hari, DIA sahabat terbaikku dalam hidupku dulu sampai selamanya.
Aku sangat yakin sepertinya DIA sahabatmu juga bukan? Soalnya DIA juga sepertinya sangat mengenalmu, DIA yang memberi aku pengertian bahwa suatu saat kau pasti akan datang menemuiku, mengajakku untuk bersanding denganmu dihadapan Altar kudusNya disaksikan haru dan sukacita karena semua undangan yang hadir ikut bersukacita di tengah hari Bahagia kita. Ya, aku selalu menekankan ini di dalam hidupku. When its time, His time.
Berharap dengan sangat, kau juga pasti cerita banyak tentangku padaNya kan? Rasa percaya diri ini muncul seketika J Aku tahu, DIA sengaja merahasiakan padaku dan padamu kapan waktunya,biar surprise kataNya. Surprise dari manusia aja sudah bikin bahagia, apalagi surprise dari Bapa. Hahaha, aku ikuti saja alurNya, aku tunggu sampai kapanpun waktu itu akan tiba. Satu hal, kamu harus orang yang terbaik buat keluarga dan adik-adikku karena kamu selain menjadi pendampingku akan menjadi abang yang baik mereka.
Teriring salam dan cinta yang begitu luar biasa dariNya dan dariku.
With Love,
RDP
(150615)

1 komentar: