Selamat 2 tahun di surga mamah tersayang,
Haii mommy.
Hari ini tepat 2 tahun mama meninggalkan kami di dunia ini. Sangat terasa mam 2
tahun ini kami sangat kesepian dan tidak mendapatkan lagi perhatian dari seorang ibu. Gak terasa
ternyata udah 2 tahun juga gak pernah panggil mama lagi. Masih teringat perjuanganmu
melawan sakitmu, masih teringat perjuangan kami ngurus papa sebulan lebih di
RS sampai akhirnya harus ikut nyusul mama. Tapi rencana Tuhan bukan rencana
kita. Yang terbaiknya itu semua. Kami semua sudah rela mam, sudah bisa tersenyum walau terkadang menangis karena rindu. Udah ah
klo inget saat-saat berat itu gak tahan.. (Nangis deh…)
Puji Tuhan selama 2 tahun semua pesanmu masih
jelas mam, maaf belum bisa mengabulkan yang 1 (satu) itu, tapi percaya kok yang terbaik Tuhan
sudah sediakan.
Waktu Tuhan indah kok mam. Bisa
melewati 2 tahun ini tanpa mama dan papa, dahsyat banget buatku dan adik-adik
dan gak nyangka bisa. Ini semua karena doa mama dan papa dulu buat kami anak2
kalian hingga kami jadi pribadi yang kuat. Saat ini kami semua memang lagi
terpisah mam, tapi terasa dekat karena adanya komunikasi intens mam. Tidak ada
yang siap utk yatim piatu, banyak aja omongan orang sana sini. Tapi, Tuhan
pelihara kami senantiasa kok mam seperti biji matanya. Kakak dan adik2 bahkan
hingga saat ini tidak pernah meminta-minta. Tuhan cukupkan semua walaupun kakak
dan Yomi saja yang baru kerja. Adek-adek 3 orang kuliah dan 1 SMA.. Kalau
dipikir-pikir gak sangguplah kakak mam. Luar biasa penyertaan Tuhan buat kami
mam, berkatnya mengalir, Tuhan selalu kasih kemurahan buat kakak buat adik-adik.
Percaya deh ini semua karena doa-doamu mam. Baik-baiknya kami semua mam. Kakak
dan Yomi bekerja dgn baik, Putra dan Hengki tahun depan udah tingkat akhir,
wisuda juga kalau semuanya tepat waktu. Mereka pintar sekarang, gak mau terlalu menyusahkan kakak2nya
untuk tahun depan. Udah pada bijak mam, ada rencana-rencana mereka. Putra
semakin rajin ikut lomba karya Tulis (dalam bahasa Inggris lagi). Aku selalu
jadi pemeriksa grammar-grammarnya hahahhaa…. (pisss bang Put :p), lomba
penelitian-penelitian juga gitu, aktif
organisasi di dalam ataupun luar kampus sama di pemuda/i gereja.
Sibuk lah mam dia ini tiap ditelp ngalah2in Jokowi. Kalau Hengki sih, asik
selaluuuuuu dengan olahraga-olahraganya itu, katanya kerja dia (udah kakak marahin
takut ganggu kuliah) tapi katanya time-managementnya udah diatur. Dan ternyata benar mam, IPK
mereka mantappp lho.. Tahun depan mereka
dah wisuda. Gak datang lagi lah mama dan bapak ke wisuda
mereka ya…
Hmmm…. Koko, anakmu yang banyak
diragukan orang sekarang udah kuliah di salah satu universitas negeri favorit
lho mam, bangga pasti mama dan bapak kan. Belajar terus dia sekarang, beda lah
dari yang dulu :D. Kalau si Adi pudan
gak usah disangsikan mam, paling bontot tapi paling dewasanya dia ini sekarang (walaupun sering mardandii
efek anak bungsu kali), dia mandiri, tinggal di rumah sendiri, ngurus diri sendiri,
belajar sendiri, makan sendiri tapi tetap ranking mam walaupun sendiri.. Kujaga pun mereka semua mam, siapa bilang
susah jadi ibu sekalian bapak.. Ternyata gak kok, mereka adik-adik yang patuh
dan dengar-dengaran. Harus sukses mereka semua ini kan mam.. Mereka harus hidup
berkenan terus di hadapan Tuhan.. Selalu kuingatkan untuk tidak meninggalkan
ibadah Minggu, doa pribadinya terus, baca Firman Tuhan, jaga hubungan dengan
keluarga besar walaupun mama dan bapak sudah gak ada dan menjaga pergaulan mereka.
Dua tahun
bukan waktu yang cepat, bukan waktu yang lama juga. Namun dalam 2 tahun
kepergian mama ini banyakkkkkkkkk sekali hal yang berbeda, hal yang berubah,
banyak hal yang ingin kakak ceritakan sebenarnya, gak bisa percaya lagi 100% ma
manusia karena selalu kecewa. Pengen cerita ke bapak juga
tempat sharing segala sesuatunya yang paling tau dan paling bijak ngasih
masukan baik tentang rohani,tentang pekerjaanku, tentang pertemanan,
tentang pelajaran hidup, pemegang
rahasia terbesarku hahaha… Salam ke bapak ya mam. Kangen banget ke kalian
berdua motivator terbaikku yang menjadikanku menjadi wanita kecil perkasa.
Terima
kasih Tuhan Yesus pernah menghadirkan mama buatku dan mengambilnya di sewaktu
usiaku 23 tahun dulu. Teringat pernah
mimpi beberapa bulan lalu mama bilang gini dengan senyum merekahnya, “Gak ada
lagi bermanja-manja ya nang, manjakan
adik-adik saatnya. Maaf ya nang, terlalu cepat buatmu. Jadi kakak yang terbaik,
jadi mama dan bapak yang tegas dan bijaksana buat adik-adik, ajar2in mereka ya,
jadi pemimpin dan bawahan yang mau belajar dan diajar kak di kantornya. Mama
dan bapak bangga sama kakak.” I miss you
so much mam, dad :’(








Tidak ada komentar:
Posting Komentar