Selasa, 16 Februari 2016



Choice to make a decision’s life.


Hidup menjadi menarik karena manusia diberi kebebasan untuk memilih dan menentukan masa depannya.Namun, untuk setiap pilihan yang kita ambil akan selalu ada konsekuensi atau hasil yang kita dapatkan. Kalau seperti itu, tentu hidup menjadi tidak menarik dan manusia menjadi tidak bertanggung jawab atas hidupnya.Walaupun manusia bebas untuk memilih, namun ada keadaan mutlak yang sudah ditentukan Tuhan seperti jenis kelamin, suku dan keluarga. Sebagai manusia, kita tidak bisa memilih dilahirkan sebagai pria atau wanita, menjadi orang Amerika atau Indonesia, lahir di keluarga biasa atau konglomerat. Tetapi kita bisa memilih untuk menjadi wanita yang baik atau rusak, menjadi orang Indonesia yang baik atau rusak. Dan inilah yang membuat hidup menjadi indah karena setiap pilihan kita akan berdampak bukan hanya di bumi tapi juga di kehidupan yang akan datang
Saya yakin, semua orang pasti merancangkan yang baik, namun pilihan mereka lah yang pada akhirnya menentukan. Saya cukup sering membaca kisah konglomerat yang lahir dari keluarga miskin tapi memilih untuk melawan keadaan dengan bekerja keras sehingga pada akhirnya bisa sukses secara finansial. Jadi, untuk menjadi berhasil itu pilihan, menjadi gagal itu otomatis. Masuk Surga itu pilihan, masuk neraka itu otomatis.
Tuhan merancangkan setiap kita untuk menjadi berhasil, bukan gagal. Tapi pilihan di tangan kita untuk jaga kesehatan, belajar rajin, bekerja keras, memilih teman pergaulan bahkan memilih pasangan hidup.
saya belajar untuk lebih berhati- hati dalam memilih dan mengambil keputusan, mulai dari perkara kecil dan berusaha membiasakan diri setiap hari karena saya sadar pilihan saya di masa lalu menentukan hari ini dan pilihan saya hari ini akan menentukan masa depan saya. Di sisi lain, ada orang- orang khusus yang tidak bisa memilih dilahirkan dalam keadaan yang dianggap kurang. Namun biasanya di balik kekurangan itu ada kehebatan yang mengagumkan, terbukti seorang Fanny Crosby yang buta sejak masih bayi menjadi salah satu penulis lagu Hymne terbanyak yang pernah ada dan sampai saat ini lagu- lagunya masih dinyanyikan hampir di seluruh dunia. Jadi, setiap kita bisa mengukir kehidupan yang baik dan lukisan kita di dunia akan memberi dampak pada kekekalan.
Menyadari hal ini, selama ada di dunia, mari berusaha untuk serius memilih yang baik dan tidak menunda karena ketika kita menunda, secara tidak sadar kita akan tergiring ke tempat yang salah. Contoh sederhana, misalnya ada seorang yang sejak kecil malas belajar, ketika besar tidak bisa bekerja lalu masuk penjara karena mencuri. Di penjara tambah jahat, lalu meninggal dan masuk neraka. Artinya, bukan Tuhan yang menentukan dia masuk neraka, tapi pilihan dan keputusannya yang membawanya pada kekekalan yang tidak berkualitas. Kalau saat ini kita sedang ada dalam masa keterpurukan karena pilihan kita di masa lalu, mari belajar bertanggung jawab untuk membenahi keadaan kita. Percayalah Tuhan ada mendampingi kita karena kita adalah anakNya. Mari bereskan bagian kita dengan dewasa dan bijaksana, kalau pun ada hal- hal di luar kemampuan kita, Tuhan pasti menopang. Ketika terpuruk masalah ekonomi karena pilihan yang salah di masa lalu, mari bertanggung jawab dengan kerja keras, hemat, jujur, mengelola uang dengan bijaksana. Ketika terpuruk masalah kesehatan karena keteledoran di masa lalu, mari bertanggung jawab dengan memperbaiki pola makan, gerak dan istirahat. Tinggalkan masa lalu, mari memilih menjadi anak- anak Tuhan yang bertanggung jawab dengan baik dan pantas untuk masuk langit dan bumi yang baru. Tuhan berkati. RDP :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar